Kelurahan Meruya Selatan merupakan salah satu kelurahan di Kecamatan Kembangan, Kota Administrasi Jakarta Barat, DKI Jakarta. Sejarahnya berkaitan erat dengan perkembangan wilayah Meruya yang pada awalnya merupakan kawasan perkampungan Betawi dan lahan pertanian.
Berikut ringkasan sejarahnya:
Berawal dari Kampung Meruya
Pada masa lalu, wilayah Meruya adalah sebuah kampung yang dihuni oleh masyarakat Betawi. Mata pencaharian utama penduduknya adalah bertani, berkebun, dan beternak.
Asal-usul nama "Meruya" memiliki beberapa versi cerita rakyat. Salah satu yang populer menyebutkan bahwa nama tersebut berasal dari sifat masyarakatnya yang ramah dan murah hati kepada para pendatang.
Dahulu Bernama Meruya Udik
Sebelum menjadi Meruya Selatan, wilayah ini dikenal sebagai Kelurahan Meruya Udik. Sementara wilayah di bagian utara dikenal sebagai Meruya Ilir.
Pada dekade 1980-an, seiring penataan administrasi dan pemekaran wilayah Kecamatan Kebon Jeruk, nama Meruya Udik diubah menjadi Meruya Selatan, sedangkan Meruya Ilir menjadi Meruya Utara. Meski demikian, masyarakat setempat masih sering menggunakan istilah "Meruya Udik" dan "Meruya Ilir". Nama tersebut bahkan tetap diabadikan sebagai Jalan Meruya Udik dan Jalan Meruya Ilir Raya.
Perkembangan Menjadi Kawasan Permukiman
Mulai akhir 1980-an hingga 1990-an, lahan pertanian di Meruya Selatan berangsur berubah menjadi kawasan permukiman, kompleks perumahan, serta pusat perdagangan dan jasa.
Pembangunan jalan dan akses menuju kawasan Jakarta Barat membuat wilayah ini berkembang pesat sebagai daerah hunian bagi masyarakat yang bekerja di pusat Jakarta.
Meruya Selatan Saat Ini
Saat ini Meruya Selatan merupakan salah satu kelurahan dengan kepadatan penduduk yang tinggi di Kecamatan Kembangan.
Wilayah ini berbatasan dengan Meruya Utara di utara, Srengseng di timur, Joglo di selatan, dan Kecamatan Karang Tengah (Kota Tangerang) di barat.
Secara historis, perjalanan Meruya Selatan mencerminkan perubahan banyak wilayah di Jakarta: dari kampung agraris Betawi menjadi kawasan perkotaan yang padat akibat pertumbuhan ibu kota. Walaupun telah mengalami urbanisasi yang pesat, jejak sejarahnya masih dapat dikenali melalui nama-nama jalan, tradisi masyarakat Betawi, dan cerita lisan yang diwariskan oleh penduduk setempat.
Secara geografis, Kelurahan Meruya Selatan merupakan salah satu kelurahan di Kecamatan Kembangan, Kota Administrasi Jakarta Barat, Daerah Khusus Jakarta. Wilayah ini berada di bagian barat Jakarta dan berkembang sebagai kawasan permukiman, perdagangan, pendidikan, serta jasa.
Berikut penjelasan mengenai kondisi geografisnya:
1. Letak Geografis
Meruya Selatan terletak di bagian selatan Kecamatan Kembangan. Posisinya cukup strategis karena berada di antara kawasan permukiman padat dan jalan-jalan utama yang menghubungkan Jakarta Barat dengan Kota Tangerang.
2. Luas Wilayah
Luas wilayah Kelurahan Meruya Selatan tercatat sekitar 3,22 km² (322 hektare) berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik Kecamatan Kembangan. Sebelumnya, sebelum adanya penyesuaian data administrasi, luas wilayah tercatat sekitar 2,80 km² (280 hektare).
3. Batas Wilayah
Secara administratif, batas-batas Kelurahan Meruya Selatan adalah:
Sebelah utara: Kelurahan Meruya Utara.
Sebelah timur: Kelurahan Srengseng.
Sebelah selatan: Kelurahan Joglo.
Sebelah barat: Kecamatan Karang Tengah, Kota Tangerang, Provinsi Banten.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kecamatan Kembangan Tahun 2025, jumlah penduduk Kelurahan Meruya Selatan mencapai 42.172 jiwa, yang terdiri atas:
Komposisi tersebut menunjukkan rasio jenis kelamin yang relatif seimbang, dengan jumlah penduduk laki-laki sedikit lebih banyak dibandingkan perempuan.
Jakarta Barat mempunyai visi agar terwujudnya Kota Administrasi Jakarta Barat sebagai Kota jasa yang nyaman dan sejahtera. Dan misi untuk membangun tata pemerintahan yang baik guna terwujudnya kota jasa dan wisata budaya dan sejarah. Meningkatkan kualitas lingkungan perkotaan yang berkelanjutan dan memberdayakan masyarakat dengan mengembangkan nilai, norma serta pranata sosial, guna meningkatkan kualitas pelayanan masyarakat.
Motto Jakarta Barat adalah "Kampung Kite Kalo Bukan Kite Nyang Ngurusin Siape Lagi" Motto ini mempunyai makna dan harapan akan besarnya rasa tanggung jawab dan rasa cinta warga masyarakat pada Kota Administrasi Jakarta Barat yang diwujudkan dengan peran serta dan kerjasama yang erat dan terpadu antara pemerintah, pihak swasta dan masyarakat dalam memajukan pembangunan kota disegala bidang demi kesejahteraan semua masyarakat termasuk bersama-sama untuk menjaga dan menciptakan lingkungan yang aman, tertib dan bersih. Dengan ini juga sarat makna yang sangat disadari bahwa kitalah yang menentukan keberhasilan itu semua dengan segala daya dan upaya kita sendiri.
Potensi Wilayah Kelurahan Meruya Selatan
Kelurahan Meruya Selatan di Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat memiliki berbagai potensi yang mendukung perkembangan wilayah sebagai kawasan permukiman, pendidikan, perdagangan, dan jasa. Letaknya yang strategis di perbatasan Jakarta Barat dan Kota Tangerang menjadikan wilayah ini memiliki nilai ekonomi dan sosial yang cukup tinggi.
1. Potensi Ekonomi
Meruya Selatan memiliki aktivitas ekonomi yang berkembang pesat, didukung oleh:
· Keberadaan pertokoan, minimarket, restoran, dan pusat kuliner.
· Banyaknya pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang bergerak di bidang kuliner, perdagangan, jasa, dan kerajinan.
· Berkembangnya sektor jasa seperti perbankan, kesehatan, transportasi, dan usaha perkantoran.
· Kedekatan dengan pusat bisnis di Jakarta Barat sehingga membuka peluang investasi dan usaha.
· Keberadaan Anwa Puri (Anwa Sport Club/Anwa Racquet Privé) sebagai pusat olahraga dan rekreasi modern yang menyediakan berbagai fasilitas, seperti lapangan padel indoor, lapangan tenis, kolam renang, pusat kebugaran (gym), area bermain anak, restoran/kafe, dan ruang serbaguna. Kehadiran fasilitas ini tidak hanya meningkatkan kualitas sarana olahraga di Meruya Selatan, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui penyelenggaraan turnamen olahraga, kegiatan komunitas, peningkatan kunjungan masyarakat dari luar wilayah, serta berkembangnya usaha pendukung seperti kuliner, transportasi, dan perdagangan perlengkapan olahraga.
2. Potensi Pendidikan
Meruya Selatan dikenal sebagai salah satu kawasan pendidikan di Jakarta Barat karena terdapat berbagai lembaga pendidikan, mulai dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi, antara lain:
· Sekolah negeri dan swasta.
· Pondok pesantren dan lembaga pendidikan keagamaan.
· Perguruan tinggi, termasuk Universitas Mercu Buana, yang menjadi salah satu pusat pendidikan tinggi di wilayah ini dan mendorong tumbuhnya kegiatan ekonomi masyarakat sekitar.
3. Potensi Sosial dan Budaya
Masyarakat Meruya Selatan memiliki karakter yang heterogen dengan keberagaman suku dan agama. Di sisi lain, wilayah ini masih mempertahankan identitas budaya Betawi, yang tercermin dalam:
· Tradisi dan kegiatan kemasyarakatan.
· Kegiatan keagamaan di masjid, musala, dan rumah ibadah lainnya.
· Gotong royong serta partisipasi masyarakat dalam kegiatan lingkungan dan sosial.
4. Potensi Infrastruktur
Wilayah ini memiliki aksesibilitas yang baik karena didukung oleh:
· Jalan arteri seperti Jalan Meruya Selatan dan Jalan H. Sa'aba.
· Kedekatan dengan Jalan Lingkar Luar Jakarta (JORR).
· Jaringan transportasi umum yang memudahkan mobilitas menuju pusat Jakarta maupun Kota Tangerang.
· Infrastruktur dasar seperti jaringan listrik, air bersih, telekomunikasi, fasilitas kesehatan, dan fasilitas pemerintahan yang relatif lengkap.
5. Potensi Permukiman
Meruya Selatan berkembang sebagai kawasan hunian yang diminati karena:
· Lokasinya strategis.
· Tersedia berbagai kompleks perumahan dan permukiman.
· Didukung fasilitas pendidikan, kesehatan, perdagangan, dan ruang publik yang memadai.
· Memiliki akses yang baik menuju kawasan bisnis Jakarta Barat.
6. Potensi Pelayanan Publik
Kelurahan Meruya Selatan memiliki berbagai fasilitas pelayanan masyarakat, seperti:
· Kantor kelurahan.
· Puskesmas dan fasilitas kesehatan.
· Posyandu serta layanan kesehatan masyarakat.
· Sarana olahraga dan fasilitas umum lainnya yang mendukung kualitas hidup warga. Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah juga terus meningkatkan layanan publik melalui pembangunan fasilitas kesehatan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.